Jumat, 16 November 2012

Tetap Saja Dia


sosokmu mengeliat di depan kelopakku
sosok karya Tuhan idolaku sejak dulu
datang saat heningnya hidup mulai singgahi diriku
saat jarum yang kemarin menusukku berhasil kucabut

mataku silau oleh sinar terangmu
kau bawaku berayun di tangkai bunga matahari
pesonamu telah memecah segala pertimbanganku
dan tak lama ikatan "kita" telah memeluk aku dan kamu

guliran katamu seperti mutiara
bergulir menggelinding menuju hatiku
mengendap di sana
membuatku yakin dan berdoa kaulah memang sinarku

tapi
palu datang tiba-tiba
memecah mutiara dihatiku
membuatnya hancur sampai halus
hingga tak wujud mutiara lagi yang kutemui

termenung . .
aku jatuh dalam jurang sara
keluluh lantahan ku menghujam
hujaman tanya tak berjawab
mengapa sesingkat ini

ku korek-korek kenyataanmu
dan ternyata
kacamataku buram selama ini
hatimu telah berpenghuni gadis manis Amanda

kukibarkan bendera putih
menyerah ku sebut
meski aku masih mengidolakanmu
lebih-lebih masih ingin menjadi alasan bahagiamu

hubungan kita terputus
cukup untuk membuatku bertanya-tanya kabarmu

tanpa dugaan
kau melebarkan pintu hati
kalbu ku tersenyum mengembang
kebungahan hati ku wartakan

namun
mustahil
mustahil aku mengiyai permintaanmu
aku menghargai Amanda
tak ada gadis yang mau diduakan
karena dia yang pertama
aku mundur teratur menjauhi bayangmu


~PrilliaLelintang